Mereka yang berkiblat pada Romeo dan Juliet, mewakilkan cintanya pada kata-kata manis nan gemulai, membisikkan rayuan yang meramu syahwat, membangkitkan nafsu.

Sama saja dengan yang tergila-gila pada kisah Laila dan Qais si Majnun, yang mengejar cinta mati-matian sampai hilang akalnya karena memuja wanita dengan pilu sembilu.

Bagi mereka cinta hanya gairah dan urusan romantisme, berlomba melambangkan cinta dengan segala bentuk fisik, hari-hari ini cinta direduksi hanya sekedar cokelat dan bunga.

Cinta yang gugur kelopaknya satu persatu bersama dengan waktu, cinta yang meleleh sebab panasnya hari dan menyisakan sesal, cinta yang tak hakiki tapi memaksa dan terburu-buru.

Sedang mereka yang menjadikan Muhammad saw sebagai teladan, memahami bahwa Rasulullah, pecinta paling sempurna itu, ajarkan bahwa cinta itu intinya ialah ketaatan.

Rasulullah bagikan bahwa satu-satunya jalan cinta bagi lawan jenis adalah pernikahan, sebab disitu terkumpul sekutunya cinta, tanggung jawab, kasih sayang, ketenangan.

Tak ada cinta tanpa yang menurunkannya, karenanya Rasulullah memberikan konsep cinta karena Allah, sebab Allah sebelum segalanya dan takkan lekang setelah segalanya.

Cinta karena Allah artinya kita lebih mengenal Allah, lebih banyak bersama Allah, lebih tahu tentang Allah, lebih mau berkorban karena Allah, lebih daripada segalanya.

Maka cinta karena Allah ini tak memerlukan tangis dan rayu sebelum pernikahan, ia menafikkan nikmat dan senang sebelum akad dilangsungkan, ia cinta yang menghidupkan.

Ia cinta yang menuntun pada ketaatan pada pencipta cinta, bukan malah memandu untuk maksiat. Jangan tanya romantisme, sebab Allah yang menurunkan rasa cinta antara mereka.
.
Jangan repot dengan perayaan cinta, khawatirlah dengan siapa yang paling kita cintai, karena siapa kita mencinta, bagaimana kita mencinta, sebab semuanya ada tanggungannya.

Bila belum siap nikah, tak ada persiapan nikah, apalagi pacaran yang pasti maksiatnya. Jalan dakwah menantimu wahai pemuda, kebangkitan Islam memanggil-manggil.

Jangan bilang cinta bila belum mengenal Allah, jangan bicara ingin membangun rumah tangga bila berdiri dalam kebenaran dan kebaikan pun belum mampu, benahi diri saja dulu.

Ada saatnya, bagi yang Allah cinta, Allah akan pilihkan yang terbaik dari yang dicintainya, agar mereka sama-sama mencinta karena Allah, dengan cinta yang menambah ketaatan.

  • Republik Hoax

    Alkisah di suatu masa, dan suatu tempat, dimana manusianya bukan manusia dan ceritanya buk…
  • Perilaku Munafik Dan Kawanannya

    Mari kami beritahukan strategi kaum kafir dalam menguasai kaum Muslim, entah di internasio…
  • Islam Bukan Arab, Apalagi Barat

    Menjadi Islam bukan berarti menjadi kearab-araban, sebab menjadi kearab-araban belum tentu…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also

Batas Limit Pengiriman Email CPanel

Batas atau Limit Pengiriman Email-Keluar Secara Massal di CPanel. Sekali-kali diperlukan p…