Allah Memberikan Karunia Sesuai Wadah Kita

Saya meyakini bahwa ketika Allah memberikan karunia pada seseorang, maka pastilah sebelumnya Allah mampukan dia untuk menanggungnya dengan baik.

Ibaratkan karunia itu adalah air, maka Allah akan melimpahkan karunia-Nya pada wadah yang siap. Seberapa besar wadah yang kita siapkan, begitu pula karunia-Nya.

Yang menyiapkan kolam tentu berbeda daya tampung dengan yang hanya menyiapkan cangkir. Bila dipaksa tentu meluber tak karuan, begitulah kiranya perumpamaannya.

Maka tugas kita adalah memperlebar wadah kita, agar tak tumpah saat dilimpahi karunia Allah. Menyiapkan diri agar apa yang Allah beri tak berubah jadi musibah.

Allah uji manusia dengan popularitas. Bagi yang luas wadahnya, popularitas akan jadi alatnya untuk mengenalkan Allah, bukan jadi jalan untuk mengenalkan dirinya.

Namun bagi yang belum siap, popularitasnya menjerumuskan ke dalam lubang ujub, riya, takabbur. Membuatnya melupakan Allah dan akhirnya Allah membuatnya lupa diri.

Allah uji manusia dengan harta. Bagi yang sudah siap, ia jadikan harta dibawah kakinya, dipergunakan untuk manfaat dirinya di akhirat, adapun dunia seadanya saja.

Bagi yang belum bersiap, harta membutakan, akhirnya dia kira kebahagiaan itu ada di dunia, makin banyak harta makin haus dia akan harta, makin bakhil sampai mati.

Allah uji manusia dengan tahta, yang tak siap akan jadikannya congkak, arogan, berperan bak Tuhan. Menjadikannya merasa seolah akan hidup selamanya, lalu menyesal.

Bagi yang takutkan Allah, kekuasaan hanya amanah untuk menerap apa yang Allah inginkan. Ia memerintah manusia untuk menaati perintah Allah, melayani bukan dilayani.

Sama juga seperti cinta. Yang diberi cinta sebelum menyiapkan dirinya akan terkekang nafsu, ditunggangi syahwat, dikendali oleh perlilaku nista, yang berujung sengsara.

Tapi mereka yang sudah mencintai Allah sebelum manusia, akan jadikan manusia sebagai jalan cinta pada Penciptanya, maka cintanya bertumbuh dan berkah.

Jangan payah soal apa yang Allah berikan pada kita. Bertanya saja pada diri kita sendiri, sudah siapkah kita saat menerima? Ataukah malah buat kita terfitnah?

Gambar Gravatar
Hi...!! Salam kenal aja ya, saya adalah seorang Blogger Pasif yang sudah pasti jarang Aktif dan bukan juga penulis yang handal. Mencoba meluangkan waktu untuk menulis pengalaman dan sebagai media informasi dari berbagai sumber.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.